Otomotif

Volkswagen Ambil Ancang-Ancang Tutup Pabrik di Jerman

 Rabu, 04 September 2024, 10:40 WITA

informasibali.com/cnnindonesia.com/Volkswagen Ambil Ancang-Ancang Tutup Pabrik di Jerman

IKUTI INFORMASIBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Informasibali.com, Dunia. 

Salah satu raksasa otomotif di dunia, Volkswagen Group, berencana melakukan strategi yang tak pernah mereka lakukan selama 87 tahun, yaitu menutup pabrik di Jerman. Nelangsa Volkswagen imbas merek China yang merintas ke Eropa.

Volkswagen Group pada Senin (2/9) mengatakan tak bisa mengesampingkan opsi menutup pabrik di kampung halaman saat industri otomotif Eropa sedang bergejolak.

Opsi lain yang masuk hitungan yakni mengakhiri perjanjian perlindungan ketenagakerjaan dengan serikat buruh yang sudah berlangsung sejak 1994. Bila pilihan ini diambil maka Volkswagen Group akan melakukan PHK besar-besaran.

"Industri otomotif Eropa berada dalam situasi yang sangat menuntut dan situasi serius," kata CEO Volkswagen Group Oliver Blume, diberitakan CNN.

"Lingkungan ekonomi menjadi lebih sulit, dan pesaing baru memasuki pasar Eropa. Jerman pada khususnya sebagai lokasi manufaktur semakin tertinggal dalam hal daya saing," katanya lagi.

Volkswagen Group, yang pada tahun lalu sudah memangkas pengeluaran US11,1 miliar, semakin tertinggal di China yang merupakan pasar terbesarnya.

Pada semester pertama 2024, kinerja Volkswagen Group turun 7 persen dibanding periode sama 2023. Laba perusahaan juga anjlok 11,4 persen menjadi US11,2 miliar.

Faktor utama yang bikin Volkswagen tersungkur yakni kalah saing dari merek lokal di China. Salah satunya raksasa China, BYD, yang justru bisnisnya semakin besar di Eropa.

Volkswagen memiliki nyaris 683 ribu tenaga kerja di dunia, termasuk 295 ribu di Jerman.

CEO Volkswagen divisi mobil penumpang, Thomas Schaefer, menjelaskan perusahaan tetap berkomitmen di Jerman sebagai 'lokasi bisnis'.

Dia menambahkan Volkswagen akan berbicara dengan perwakilan pekerja untuk mencari kemungkinan 'restrukturisasi merek yang berkelanjutan'.

"Situasi ini sangat tegang dan tak dapat diselesaikan melalui langkah-langkah pemotongan biaya sederhana," kata Volkswagen.

Perdana Menteri Negara Bagian Niedersachsen, Jerman, Stephan Weil, memaparkan Volkswagen memang perlu 'mengambil tindakan'. Namun dia menambahkan penutupan pabrik hanya satu pilihan yang tersedia.

"Kami berharap bahwa (penutupan pabrik) tidak akan terjadi begitu saja," ujar Weil yang juga bilang akan memberi perhatian khusus pada hal ini.

Volkswagen Group, yang menaungi banyak merek termasuk Audi, Lamborghini, Bentley, Bugatti, MAN Truck, memiliki banyak pabrik di Jerman, termasuk di Wolfsburg yang sekaligus berperan sebagai kantor pusat.

Selain itu perusahaan juga punya pabrik di Hannover, Ingolstadt dan Stuttgart. (sumber: cnnindonesia.com)

Penulis : bbn/net

Editor : Putra Setiawan






TERPOPULER

Trending Terhangat