Otomotif

Chery Soal Luncurkan Mobil Hybrid: Tunggu Regulasi dari Pemerintah

 Kamis, 01 Agustus 2024, 10:20 WITA

informasibali.com/cnnindonesia.com/Chery Soal Luncurkan Mobil Hybrid: Tunggu Regulasi dari Pemerintah

IKUTI INFORMASIBALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Informasibali.com, Nasional. 

Chery Sales Indonesia (CSI) masih "wait and see" untuk merilis mobil jenis hybrid di Indonesia, di antaranya menunggu kebijakan pemerintah terkait insentif untuk mobil hybrid.

Rifkie Setiawan selaku Head of Brand Department CSI menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan riset sebelum akhirnya merilis mobil separuh listrik itu.

"Saat ini Chery masih melakukan riset pasar, melihat keinginan pasar, dan menunggu kebijakan pemerintah terkait insentif hybrid sebelum meluncurkan model hybrid di Indonesia," kata Rifkie saat dihubungi, Selasa (30/7).

Rifkie menjelaskan perusahaan menyambut baik subsidi untuk hybrid seperti yang diwacanakan selama ini. Chery juga mengklaim kerap melakukan komunikasi intens dengan sejumlah pihak terkait semua jenis kendaraan, termasuk hybrid dan kendaraan elektrifikasi (EV).

Pada Oktober 2023, Chery meluncurkan dua model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yakni Tiggo 8 Plug-in Hybrid dan Tiggo 7 Plug-in Hybrid. Chery juga sudah meniagakan Tiggo 5X Pro Hybrid di Filipina.

Insentif mobil hybrid tak hanya digaungkan oleh pabrikan otomotif asal Jepang saja, melainkan mulai menyebar ke pabrikan China hingga Korea Selatan.

Teranyar, Hyundai Motors Indonesia (HMID) meminta kejelasan insentif dari pemerintah untuk mobil elektrifikasi jenis hybrid.

Hal ini berkenaan dengan wacana pemberian insentif pada roda empat jenis hybrid yang sampai saat ini belum menemukan titik terang.

"Mengenai wacana peraturan pemerintah mengenai hybrid, kami mengharapkan pemerintah segera memberikan gambaran yang jelas mengenai ada atau tidaknya peraturan ini," kata Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID.

Fransiscus menyebut dampak dari ketidakjelasan insentif hybrid itu membuat para calon pembeli menunggu karena khawatir harga akan turun setelah insentif terbit.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mendesak pemerintah bergerak cepat merealisasikan insentif pajak mobil hybrid di Tanah Air.

Menurut Nangoi desakan ini bukan tanpa alasan sebab pihaknya khawatir iklim investasi dari para pelaku industri otomotif terganggu jika insentif mobil hybrid tak kunjung ketok palu.

Nangoi mengatakan insentif mobil hybrid sangat diperlukan karena penjualannya di Indonesia terus berkembang.

"Kalau kami lihat negara tetangga memberikan insentif untuk mobil hybrid. Kalau kami tidak berhati-hati, kami khawatir mereka bisa mengalihkan produksinya ke negara-negara tersebut," ucap Nangoi di GIIAS 2024, ICE BSD, Kamis (18/7). (sumber: cnnindonesia.com)


 

Penulis : bbn/net

Editor : Putra Setiawan






TERPOPULER

Trending Terhangat