Peternak Ayam Petelur di Karangasem Gigit Jari di Awal Tahun
bbn/Suara.com/ilustrasi/Peternak Ayam Petelur di Karangasem Gigit Jari di Awal Tahun.
Peternak ayam petelur di Karangasem sempat tersenyum lega ketika menyambut tahun 2022, dimana saat itu harga telur relatif stabil dengan biaya produksi yang dikeluarkan.
Merosotnya harga telur ayam diakui oleh salah seorang peternak ayam petelor asal Desa Pesedahan, Manggis, Karangasem, I Nyoman Sumadi. Dengan kondisi tersebut menurut Sumadi tentunya peternak akan merugi karena tidak stabil dengan biaya yang dikeluarkan untuk pakan dan perawatan ayam petelor.
"Saya saat ini masih pelihara sekitar 20 ribu ekor ayam petelur, sehari menghasilkan telur sekitar 15 ribu butir jika dirupiahkan dengan akumulasi harga telor Rp.900 per telor, maka mendapat penghasilan Rp.13.500.000 sedangkan untuk pakan per harinya sekitar 2,5 ton jika dihitung sekitar Rp.15.800.000 sehingga setiap hari kita merugi sekitar Rp.3.300.000, itu belum termasuk obat, vaksin, air, listrik dan tenaga kerjanya," ujar Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Karangasem tersebut, Kamis (27/01/2022).
Selaku anggota DPRD dan sebagai salah satu peternak ayam petelur di Karangasem, Sumadi berharap pemerintah hadir untuk mengawasi harga telur di pasaran serta menjaga ketsabilan harga pakannya juga.
Penulis : Informasi Bali
Wisata Lainnya
Berita Lainnya