Awal Pekan Bitcoin cs Cerah, Trauma Terra Perlahan Hilang?
Mayoritas kripto utama kembali menguat pada perdagangan Senin (23/5/2022), di mana investor sepertinya mulai melupakan kasus kejatuhan dua kripto besutan Terra.
Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:30 WIB, Bitcoin menguat 2,22 persen ke level harga US$ 30.091,18/koin atau setara dengan Rp440.534.875/koin (asumsi kurs Rp14.640/US$), Ethereum melaju 2,55 persen ke level US$ 2.024,56/koin atau Rp29.639.558/koin.
Baca juga:
Bitcoin 'Kebakaran', Turun Signifikan Hingga Cetak Rekor Terendah
Berikutnya dari beberapa koin digital (token) alternatif (altcoin) seperti Cardano bertambah 2,14 persen ke US$ 0,5379/koin (Rp7.875/koin) dan Solana melesat 3,42 persen ke US$ 51,98/koin (Rp760.987/koin).
Sedangkan token stablecoin seperti Tether (USDT) naik tipis 0,04 persen, USD Coin (USDC) menguat tipis 0,02 persen, dan Binance USD (BUSD) menguat 0,12 persen.
Bitcoin dan kripto utama lainnya yang cenderung pulih menandakan bahwa pada hari ini investor cenderung optimis, meski sentimen negatif di global masih menghantui.
Di lain sisi, sudah hampir dua pekan kasus kejatuhan dua token Terra yakni Terra Luna (LUNA) dan TerraUSD (UST) berlalu. Investor sepertinya sudah mulai melupakannya dan kembali memburu pasar kripto pada hari ini.
Saat ini, keduanya masih berada jauh di bawah level US$ 1, di mana token LUNA per pukul 09:30 WIB, harga satu kepingnya mencapai US$ 0.0002125, masih sangat jauh dari level harga US$ 1. Sedangkan saudaranya yakni UST satu koinnya kini dibanderol US$ 0.06875, juga masih jauh dari US$ 1.
Namun, keduanya sudah terlanjur babak belur sepanjang pekan lalu sehingga kenaikan pada Minggu hingga hari ini tidak cukup membantu untuk setidaknya kembali ke level US$ 1.
UST merupakan stablecoin di mana yang menciptakan koin berjanji membuat harga tokennya stabil di kisaran US$ 1. Namun harga UST pun anjlok dan membuat sister coin-nya yaitu LUNA ikut babak belur.
Sebagai informasi, saat diterbitkan pertama kali nilainya US$ 0,8 per koin dan sempat mencapai harga tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 119,55 per koin pada April lalu. Bahkan pernah menjadi salah satu aset kripto dengan kapitalisasi pasar besar senilai US$ 40 miliar.
Terra LUNA punya peran yang vital untuk menstabilkan harga dari stablecoin Terra dan mengurangi volatilitas pasar. Saat stablecoin Terra turun sedikit, maka Terra LUNA akan dibakar sebagai cara harga bisa stabil.
UST menjadi satu-satunya stablecoin berkapitalisasi pasar jumbo yang tidak memiliki aset yang mem-backing-nya seperti stablecoin lain dan hanya bergantung pada arbitrase pasar.
Meskipun hancur lebur pada pekan lalu, sejumlah analis masih percaya jika Terra akan bangkit. Dilansir dari analytics insight, harga Terra kemungkinan akan kembali mendekati US$ 1 pada akhir 2022 kemudian meningkat menjadi US$ 3 pada 2023 dan US$ 5 pada 2025.
Baca juga: Bitcoin 'Kebakaran', Turun Signifikan Hingga Cetak Rekor Terendah
Namun, Deputi Gubernur Bank of England (Bank sentral Inggris), Jon Cunliffe memberi peringatan kepada investor kripto, tidak terkecuali Terra. Pengetatan kondisi keuangan di seluruh dunia akan membuat banyak pihak untuk mengalihkan investasi ke aset yang lebih aman.
"Ya, saya pikir saat proses ini berlanjut, karena (pengetatan quantitative easing) dimulai di Amerika Serikat ... Saya pikir kita akan melihat adanya dana keluar dari aset berisiko," terang Jon Cunliffe.
Dia menambahkan faktor perang Rusia-Ukraina juga bisa menjadi penyebab beralihnya investor ke aset yang lebih aman.
Baca juga:
Kripto Bervariasi, Bitcoin Mampu Unjuk Gigi
Penulis : Informasi Bali